Friday, 27 October 2017

Sunday, 13 August 2017

Pernah ga sih ngerasa hiduplo berbalik 180 derajat?
Gue pernah. Mungkin lebih tepatnya, gue sedang berubah. Hari demi hari, hidup gue semakin berbalik. Sedikit demi sedikit, gue menyadari banyak hal berubah. 

Gue bukan Damar yang dulu. Gue melihat sosok gue yang dahulu seperti melihat orang lain. Damar yang baik, setidaknya menurut gue saat ini dan menurut beberapa orang yang dulu bilang gue demikian. Sekarang gue bahkan ga berani bilang gue orang baik. Terlalu jauh, man

Semakin bertambah usia, gue tidak menjadi semakin matang. Gue semakin busuk. Gue dulu orang yang sabar banget. Apapun gue jalani dengan ikhlas. Beberapa orang memanfaatkan gue, tapi entah mengapa, terkadang gue terima aja karena gue percaya setidaknya Tuhan membalas hal tersebut. Namun, sekarang, bahkan gue kadang malas berbuat baik untuk orang lain. Takut dibilang flirting lah atau malah hanya sekedar malas. 

Dahulu gue mencoba menjadi penolong yang baik, si manusia ramah, teman yang baik. Gue selalu bermimpi setidaknya gue memiliki beberapa sifat Mahatma dalam diri gue. Tetapi sekarang, gue bahkan malu gue pernah berpikir demikian. 

Ada yang bilang bahwa kita bakal jadi sedih kalau teman atau pacar atau siapapun yang kita kenal berubah sikapnya terhadap kita. Well, percayalah bahwa menyadari bahwa diri lo sendiri perlahan-lahan berubah sampai lo gak kenal siapa diri lo itu, juga menyedihkan. Bahkan banget. 

Selamat malam, Damar. Atau siapalah nama baru lo itu. 
There's madness in everyone. Some are just sleeping underneath.
Those with deepest sleep creates biggest volcanoes.


Sunday, 30 July 2017

Manchester by The Sea

Hasil gambar untuk manchester by the sea

Definitely one of the greatest drama movie I have ever seen. A great story filled with emotions that brought me up and down. Affleck was acting great, no wonder he received the Oscar for this role. 


Tuesday, 9 May 2017

So long, Partner.

Well, another passed-away friend this week.
Although currently we were not so closed like we used to be,
still, it hurts. 

It hurts because although we were never seen each others again for years,
people are eternal. So are my friends. They will always live in a protective shelter called: memories.

I will still remember how my friend Dilla put salt on my cup of tea and how she liked my exercise book so much. 
I will always remember Fatur, my friend who used to always wait for me to get home together on our university bus one-hour daily trip. 
and now there was Febi, a crazy extrovert human being who spread all energies to his all surrounding with his jokes and his annoying laughter. 

Well, no matter how I never ever met them again before, I guess they will always live inside my mind. All I need is some occasions like songs, movies, or random thoughts to instantly bring those memories about them again. 

People are eternal. 
Happy passed away, my friends. 
I will be missing you. 

Monday, 6 March 2017

Hey, Dam. Selamat pagi atau sore atau malam. Gue ga tau kapan lo bakal baca email ini.  How's life, Dam? Pretty damn good or pretty damn sucks? Well, I hope you're okay. Gue, Bumi, dan teman-teman lain selalu mendoakan kita bersaudara diberikan kebaikan dalam hari-hari kita.

Kita disini lagi lumayan sibuk. Mengejar titel hanya dalam satu tahun betul-betul serasa lari-lari. Sejak minggu lalu, gue sering mendapati Bagas ketiduran di meja. Wajah gue dan dia sudah selayaknya zombie. Ah, jangan-jangan lo mendoakan kami supaya bernasib sama serupa lo ya, Dam? Jadi zombie seperti lo yang jaga malam terus. We're the zombie brothers then. 

Fiona bagaimana? Baik-baik dia disana? Titip salam ya untuk dia. Semoga kalian senang-senang di Yogyakarta yang romantis itu. Btw, Dam, disini gue juga dekat dengan seorang cewek yang kuliah di Leeds. Kita ketemu saat ada acara budaya PPI. Gue main gendang dan dia menari daerah. Orangnya baik tapi sibuk banget kesana kemari. Idk, gue kabarin kalau terjadi apa-apa antara gue dan dia. Haha apa-apanya hal yang positif lho ya. 

Oh iya, minggu lalu, Ayah dan Bunda gue kesini. Dia bawa rendang banyak banget. Tadinya gue mau bagi-bagi ke teman-teman Indonesia disini. Tapi pas gue bungkus-bungkusin, Bagas ngambil bagian paling banyak buat dia sendiri. Jangan lupakan kawan sendiri, Bro. Gitu katanya. Emang ya itu bocah, in terms of foods, he is a selfish jerk. 

Kemarin di kampus, gue ketemu Bela, Dam, temen satu PK lo di LPDP. Dia titip salam, katanya. Dia juga bilang suruh lo untuk kesini buat main-main. Haha andai ya, Dam, bisa main-main kesini. Bisa ngaco-ngacoan lagi kita bertiga. Tapi yaudah fokus aja sana, Dam, sama cita-citalo disana. Nanti kita ketemu bawa hasil bareng-bareng. 

Lo masih baca buku ga, Dam? Saat ini gue lagi di halaman 73 buku yang judulnya The Sailor who Fell From Grace with The Sea. Yang menulis penulis Jepang, Yukio Mishima. Ini ada salah satu quote-nya yang menurut gue lumayan juga. 

"Possibly a man who hates the land should dwell on shore forever. Alienation and the long voyages at sea will compel him once again to dream of it, torment him with the absurdity of longing for something that he loathes." 
Well, nanti saat lo ga sibuk, coba cari bukunya, Dam. Menurut gue bagus. But still, textbook come first, Bro. haha #painful #patheticallyacademics. 

It's 1AM here, Dam. Freezing fukcin' cold. Harusnya sih gue mengerjakan tesis gue tapi kedinginan dan kangen Jakarta. Jadi gue break sebentar deh terus kirim email ke lo dan ke Ayah juga. Oh ya, kami punya rekomendasi musik baru. Namanya Novo Amor, kayanya lo bakal suka poetically musical, my friend. 

Dam, yaudah ya. Good luck untuk sekolah kita bertiga. Doakan kami juga. Gue bulan depan ujian akhir. Bagas kayanya malah lebih dekat lagi. Let's beat the boredom and the sleepiness! Let the zombie brothers win!

Okay, Dam. See you soon in Jakarta or Yogyakarta or anywhere lah. 
Good night/day/morning/anytime.  

SCANDINAVIAN DREAM, SCANDINAVIAN SCREAM!